https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/issue/feedJurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII)2026-02-27T21:49:31+00:00drg. Fadil Abdillah Arifin, Sp.KGfadilabdillaharifin@umi.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) merupakan portal jurnal yang mempublikasi artikel ilmiah pada kegiatan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan gigi. </p>https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/article/view/76Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Perawatan Oral pada Santri Pondok Pesantren Assalam2026-02-19T22:04:12+00:00Cecilya Nella Yuppy Anggraeniyuppy.anggraeni5@gmail.comMorita Sarimorita.sari@gmail.comSartari Entin Yuletnawatisey105@ums.ac.idTitis Wicaksono Gimantitiswicaksono13@gmail.comGita Alivia Anandagtaalivia842@gmail.comAzzah Putri Farohyaniazzahputri103@gmail.comDyah Ajeng Ramadhanidyahajengrrr@gmail.comRizkha Hatma Putrakakakendal84@gmail.com<div><span lang="EN-US">Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan umum yang berpengaruh terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan seseorang. Tingginya prevalensi karies pada anak usia sekolah di Indonesia menunjukkan perlunya intervensi promotif dan preventif yang berkelanjutan, khususnya pada kelompok yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan seperti santri pondok pesantren. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santriwati tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut melalui penyuluhan yang disertai media poster dan demonstrasi. Metode yang digunakan meliputi <em>pre-test</em>, pemberian edukasi menggunakan poster dan diakhiri dengan <em>post-test</em>. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan. Nilai <em>pre-test</em> berada pada kisaran 50–70 meningkat menjadi 90–100 pada <em>post-test</em>, dengan peningkatan rata-rata skor dari 67,1 menjadi 99,7. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang tinggi selama kegiatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penyuluhan kesehatan gigi dan mulut yang dikombinasikan dengan media poster dan demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman santri mengenai perawatan kesehatan gigi dan mulut.</span></div>2026-02-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII)https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/article/view/78Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Berlandaskan Ajaran Islam: Telaah Preventif Promotif dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah2026-02-19T13:51:19+00:00Sari Aldilawatisharyaldila@umi.ac.idBesse Nurfitriananrftriana123@gmail.comIlham Fhujimarioilhamfujimario08@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan umum, namun masih kurang mendapat perhatian di masyarakat. Salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi kesehatan yang dikaitkan dengan nilai-nilai agama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut melalui pendekatan edukasi berbasis ajaran Islam. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Nurul Amien BTN Kodam IV pada 4 Januari 2026 dengan sasaran 30 orang ibu-ibu Majelis Ta’lim. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan disertai <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> sebagai alat evaluasi. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 10,067 ± 1,337 sebelum edukasi menjadi 11,300 ± 0,988 setelah edukasi, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan gigi dan mulut berlandaskan ajaran Islam berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan peserta. Pendekatan integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah terbukti efektif, relevan secara budaya, dan mampu meningkatkan motivasi serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari ibadah dan pengamalan ajaran Islam.</p>2026-02-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII)https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/article/view/80Deteksi Dini Kerusakan Gigi dan Maloklusi Berdasarkan Jenis Kelamin pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Desa Sukorejo2026-02-18T14:16:08+00:00Emillia Devi Dwi Riantiemilia@uwks.ac.idWahyuni Dyah Parmasariwd.parmasari@uwks.ac.id<p style="font-weight: 400;">Karies gigi dan maloklusi merupakan dua masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering ditemukan pada anak usia sekolah dasar dan dapat berdampak terhadap fungsi mastikasi, estetika, serta kualitas hidup. Berbagai studi menunjukkan bahwa faktor biologis dan perilaku yang berbeda antara laki-laki dan perempuan berpotensi memengaruhi tingkat keparahan maupun pola terjadinya karies gigi dan maloklusi. Namun, data epidemiologis yang menggambarkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin pada anak usia sekolah dasar di tingkat komunitas, khususnya di Desa Sukorejo, masih terbatas sehingga diperlukan kajian untuk mendukung perencanaan program kesehatan gigi yang lebih terarah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan mengetahui gambaran perbedaan kerusakan gigi (<em>decay</em>) dan maloklusi pada anak laki-laki dan perempuan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Sukorejo, Kabupaten Gresik. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di balai desa Sukorejo yang berdekatan dengan sekolah MI. Sasaran edukasi terdapat 37 siswa usia 9–11 tahun. Metode pendekatan deskriptif kuantitatif dan total sampling. Pelaksanaan kegiatan meliputi pengisian daftar hadir, penyuluhan kesehatan gigi, pengisian kuesioner, serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut yang difokuskan pada kondisi karies dan derajat maloklusi. Tingkat pengetahuan naik 100% sebelum edukasi dan setelah edukasi. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase dan hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi siswa laki-laki lebih dominan (64,86%) dibandingkan perempuan (35,14%). Kondisi maloklusi paling banyak ditemukan adalah Klas II Angle dengan berdesakan (24%), diikuti diastema (16,2%) dan Klas II Angle divisi 1 (protrusi) (10,8%), sementara oklusi normal hanya ditemukan pada 38% siswa. Kondisi kerusakan gigi juga tergolong tinggi, dengan mayoritas siswa mengalami karies 24,3% dan hanya 5,4% yang tidak mengalami karies. Kegiatan ini menunjukkan bahwa prevalensi karies dan maloklusi pada siswa MI Desa Sukorejo masih cukup tinggi, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut yang berkelanjutan melalui peran aktif sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan gigi.</p>2026-02-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII)https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/article/view/83Tingkat Pengetahuan Kegawatdaruratan dan Basic Life Support pada Relawan AMBULANMU2026-02-23T21:41:47+00:00Sartika Puspitasartika.puspita@umy.ac.idArdi Pramonoardipramono@umy.ac.idEdwyn Salehedwyn.saleh@umy.ac.idAna Medawatiana.medawati@umy.ac.idAnnasta Febria Nadytiaa.febria.fkik23@mail.umy.ac.idSinta Noer Hudawatisinta@umy.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kasus kegawatdaruratan medis seperti henti jantung banyak terjadi di masyarakat dan memerlukan penganan awal yang cepat dan tepat. Relawan ambulans merupakan tokoh pertama yang diharapkan dapat memberikan pertolongan pertama pada pasien sebelum penanganan medis di rumah sakit. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan para relawan ambulans dalam menangani kegawatdaruratan dan kesiapannya dalam memberikan <em>Basic Life Support</em>. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah survey dengan membagikan kuesioner kepada 23 relawan. Kegiatan pelatihan BLS ini dilakukan menggunakan metode edukasi dan demonstrasi resusitasi jantung dan paru (RJP) serta praktek melakukan RJP serta evaluasi tingkat pemahanan dan keterampilan peserta. Hasil kuesioner menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan relawan masih sangat rendah sebelum dilakukan kegiatan pelatihan ini, yaitu 35,6 (dari nilai keseluruhan maksimal 100). Oleh karena itu, pelatihan kegawatdaruratan dan <em>Basic Life Support</em> secara berkelanjutan kepada relawan ambulans dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penanganan kondisi kegawatdaruratan sehingga relawaan ambulanmu memiliki bekal yang cukup untuk menolong pasien dalam kondisi darurat.</p>2026-02-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII)https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/article/view/69Pemberdayaan Keluarga Muslim dalam Pencegahan Karies Gigi Melalui Edukasi Kesehatan Gigi Berbasis Nilai Islam2026-02-19T22:04:41+00:00Muhammad Jayadi Abdijayadiabdi29@umi.ac.idNurul Fahira M. Taherfirafayiraaa@gmail.comWira Ashabul Kahfiwiraashabul000@gmail.comNurul Khalifah Ahmadnurulkhalifahahmad11@gmail.com<div><span lang="EN-US">Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada keluarga, khususnya anak-anak. Peran keluarga Muslim sangat penting dalam pencegahan karies gigi melalui pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat sesuai ajaran Islam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga Muslim dalam pencegahan karies gigi melalui edukasi kesehatan gigi berbasis nilai Islam. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan disertai pengisian kuesioner pada 35 keluarga. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap positif, serta penerimaan yang tinggi terhadap model edukasi berbasis nilai Islam. Edukasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pencegahan karies gigi. </span></div>2026-02-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII)https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/article/view/82Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut pada Santri PTQ Ulul Albab sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan2026-02-19T13:47:24+00:00Chusnul Chotimahchusnul.chotimah@umi.ac.idRiswandani ARnawazier.d.ares@gmail.comSyafaat S Nur Muhammad syafaat789@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh dan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan individu. Santri di lembaga pendidikan keagamaan memiliki karakteristik aktivitas yang padat, sehingga berpotensi memengaruhi perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri PTQ Ulul Albab mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut melalui pendekatan promotif dan preventif. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahapan, meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan menggunakan media presentasi, diskusi interaktif, serta demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui pengisian kuesioner sebelum dan sesudah edukasi untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan peserta. Data tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (75,9%). Tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terbanyak berada pada kategori baik (41,4%), diikuti kategori kurang (37,9%) dan cukup (20,7%).</p>2026-02-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII)https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/article/view/85Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Tengahan Sleman Yogyakarta2026-02-23T21:55:13+00:00Sri Utamiutami_kg@yahoo.comSri Nabawiyati Nurul Makiyahnurul.makiyah@umy.ac.idRokhmayanti Rokhmayantirokhmayanti@ikm.uad.ac.idMuhammad Dias Febriandiasfebriyanmuhammad@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Anak-anak yang memiliki pengetahuan buruk tentang kesehatan gigi mulut cenderung memiliki perilaku kesehatan gigi yang buruk sehingga lebih rentan terhadap infeksi karies gigi, yang dapat mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan. Pendidikan kesehatan gigi bagi anak-anak sekolah dasar berusia 6-12 tahun sangat penting karena pada usia tersebut merupakan periode kritis, baik untuk pertumbuhan gigi mereka maupun perkembangan mental mereka, sehingga memerlukan berbagai metode dan pendekatan untuk menghasilkan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang sehat, terutama dalam hal kesehatan gigi. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan terkait kesehatan gigi mulut serta menggambarkan persepsi kesehatan gigi pada siswa sekolah di SD Muhammadiyah Tengahan Yogyakarta. Sebanyak 109 siswa sekolah diberikan penyuluhan kesehatan gigi mulut serta dilakukan wawancara menggunakan kuesioner mengenai persepsi kesehatan gigi mulut. Hasil program menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor pretes dan postes, yaitu sebesar 24 poin untuk siswa perempuan, 20,40 poin untuk siswa laki-laki. Siswa perempuan mengalami karies gigi terbanyak dan tidak merasa malu meskipun memiliki karies gigi. Siswa laki-laki paling banyak mengeluh tentang gusi bengkak.</p>2026-02-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII)