Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg <p>Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) merupakan portal jurnal yang mempublikasi artikel ilmiah pada kegiatan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan gigi. </p> Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia en-US Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) 3047-9762 Peningkatan Kapasitas Kognitif dan Psikomotorik Siswa Sekolah Dasar Mengenai Kesehatan Gigi melalui Ceramah Interaktif https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/article/view/92 <p style="font-weight: 400;">Kelompok anak sekolah dasar merupakan kelompok yang paling rentan terhadap penyakit gigi dan mulut. Masalah kesehatan gigi dan mulut ini akan membawa dampak domino yang merugikan masa depan anak jika dibiarkan tanpa intervensi. Kegiatan sosialisasi kesehatan gigi dan mulut perlu dilakukan sebagai tindakan nyata yang bersifat promotif dan preventif. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan menggunakan pendekatan promotif partisipatif yang berfokus pada peningkatan kapasitas kognitif dan psikomotorik melalui transfer pengetahuan dengan mengoptimalkan metode ceramah interaktif dan demonstrasi cara menyikat gigi. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 1 Kereng Bangkirai dengan sasaran seluruh siswa kelas VI. Tim penyuluh melibatkan dosen, mahasiswa, dan tenaga pendidik dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan rata-rata nilai siswa sebelum mendapatkan penyuluhan sebesar 61,8 dan mengalami peningkatan rerata nilai menjadi 73,45. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa penyuluhan melalui ceramah interaktif dan demonstrasi cara menyikat gigi berhasil meningkatkan kapasitas kognitif serta psikomotorik siswa kelas VI SD Negeri 1 Kereng Bangkirai mengenai kesehatan gigi dan mulut.</p> Kurnia Fatwati Anna Sylva Roudlotul Jannati Provisia Marthalita Yuning Wulan Ais Kurniajayanti Ade Prawira Susi Novaryatiin Husna Fauzia Ardiyansyah Purnama Wening Mustikaningsih Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) 2026-08-31 2026-08-31 3 2 61 68 Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Melalui Program Cerigi (Ceria Sikat Gigi) https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/article/view/97 <p style="font-weight: 400;">Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi yaitu 88,8% pada anak usia dini di Indonesia. Edukasi interaktif merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku kesehatan anak. Program CERIGI (Ceria Sikat Gigi) dapat meningkatkan pengetahuan siswa taman kanak-kanak mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah 25 siswa Kelas B TK Islam Al-Azhar 13 Rawamangun. Edukasi dilakukan secara interaktif melalui media visual, simulasi, permainan edukatif, dan praktik menyikat gigi bersama. Analisis statistik menggunakan uji paired t-test. Nilai rata-rata pre-test sebesar 38,4% meningkat menjadi 88% pada Post-Test. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik (p &lt; 0,0001). Kesimpulan dari kegiatan ini edalah edukasi interaktif melalui Program CERIGI secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Pendekatan ini efektif sebagai strategi promotif dan preventif dalam mendukung program Indonesia Bebas Karies 2030.</p> Prastiwi Setianingtyas Nurfianti Nurfianti Ridhayani Ridhayani Runi Oktayani Chrisni Oktavia Jusup Dede Arsista Muhamad Zakki Nugroho Ahmad Riyadi Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) 2026-08-31 2026-08-31 3 2 69 76 Pemberdayaan Peran Orang Tua Dalam Rangka Program Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Sejak Dini (Simuji) https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/article/view/103 <p>Kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan peran orang tua dalam membentuk kebiasaan menyikat gigi, memilih makanan, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Program SIMUJI (Sehat Gigi dan Mulut Sejak Dini) dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak. Kegiatan ini dilaksanakan di TK Islam Al Azhar 13 Rawamangun, Jakarta Timur, dengan melibatkan orang tua, guru, dan murid. Metode kegiatan berupa edukasi atau penyuluhan menggunakan media flipchart, pemeriksaan gigi, kegiatan menyikat gigi bersama, serta monitoring melalui grup WhatsApp. Tingkat pengetahuan orang tua diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Data dari 17 responden dianalisis menggunakan <em>paired t-test </em>dengan tingkat kemaknaan p&lt;0,05. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan orang tua meningkat dari 8,14 ± 1,11 pada pre-test menjadi 16,86 ± 1,00 pada post-test, dengan nilai p&lt;0,0001. Peningkatan yang signifikan juga ditemukan pada topik pertumbuhan gigi permanen pertama, perawatan gigi susu, penggunaan pasta gigi pada anak, waktu menyikat gigi, dan penanganan gigi susu berlubang. Namun, tidak ditemukan peningkatan yang signifikan pada topik makanan untuk tumbuh kembang anak (p=0,5795). Kegiatan edukasi melalui program SIMUJI efektif meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai kesehatan gigi dan mulut anak. Edukasi berkelanjutan, terutama mengenai pola makan dan pembatasan konsumsi gula, diperlukan untuk mendukung terbentuknya kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.</p> Dede Arsista Chrisni Oktavia Jusup Fatimah Azzahrah Attamimi Moch. Atmaji Windrianto Siti Utami Dewi Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) 2026-08-31 2026-08-31 3 2 77 86 Implementasi Buku Saku Pemeriksaan Mandiri Kelainan Gigi Mulut Sederhana pada Kelompok Prolanis di Klinik Chandra Brata Medika Plaza https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/article/view/105 <p style="font-weight: 400;">Masalah kesehatan gigi dan mulut masih sering terabaikan, terutama pada individu dengan penyakit kronis seperti peserta Prolanis. Di sisi lain, kesehatan rongga mulut memiliki keterkaitan dengan kondisi sistemik, termasuk diabetes mellitus dan hipertensi, sehingga pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut penting untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh. Rendahnya kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan gigi dapat dipengaruhi oleh anggapan bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan hal sepele serta kurangnya pemahaman mengenai dampaknya terhadap kesehatan. Keterbatasan media edukasi yang praktis dan mudah dipahami juga menjadi tantangan dalam meningkatkan kesadaran pasien untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan buku saku pemeriksaan mandiri kelainan gigi dan mulut sederhana sebagai media edukasi preventif guna meningkatkan kesadaran dan deteksi dini pada anggota Prolanis. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, sesi tanya jawab, serta praktik pemeriksaan mandiri menggunakan alat sederhana dengan panduan buku saku. Sebanyak 15 peserta Prolanis terlibat dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan postest untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 70,22 (pretest) menjadi 77,33 (postest). Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan dan penggunaan buku saku sebagai media edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta Prolanis terkait deteksi dini kelainan gigi dan mulut.</p> Dwi Suhartiningtyas Afryla Femilian . Ika Sukma Wulandari Sausan Nur Aqilah Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) 2026-08-31 2026-08-31 3 2 87 95 Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Pemanfaatan “Catatan Gigiku: Seri Anak” pada Siswa SDN Cempaka Putih Barat 05 Pagi https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/article/view/109 <div><span lang="NO-BOK">Kesehatan gigi dan mulut berperan penting dalam menunjang kesehatan umum serta tumbuh kembang anak. Tingginya prevalensi kerusakan gigi pada anak dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman, kesadaran, dan literasi mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa melalui pemanfaatan “Catatan Gigiku: Seri Anak”, yaitu media edukasi interaktif yang dirancang sesuai karakteristik anak usia sekolah dasar dan mendorong keterlibatan aktif dalam mempelajari kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Program dilaksanakan di SDN Cempaka Putih Barat 05 Pagi dengan melibatkan 29 siswa. Kegiatan terdiri atas tahap perencanaan dan penyusunan media edukasi; tahap pelaksanaan yang mencakup pre-test, sesi edukasi, dan post-test; serta tahap monitoring, evaluasi dan mengumpulkan umpan balik dari semua pihak terkait. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan siswa dari 57,24 pada pre-test menjadi 95,86 pada post-test, dengan perbedaan bermakna secara statistik (p&lt;0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa “Catatan Gigiku: Seri Anak” efektif meningkatkan pengetahuan siswa. Dibandingkan edukasi satu arah, media ini menawarkan pendekatan interaktif, terstruktur, dan sesuai usia yang mendorong partisipasi siswa. Media tersebut berpotensi diterapkan secara berkelanjutan pada populasi siswa sekolah dasar yang lebih luas sebagai strategi promotif-preventif untuk mendukung pembentukan perilaku kesehatan gigi sejak usia dini secara optimal.</span></div> Ridhayani Hatta Wastuti Hidayati Suriyah Nurfianti Nurfianti Fathimah Azzahrah Attamimi Runi Oktayani Prastiwi Setianingtyas Dede Arsista Helwiah Umniyati M. Zakki M. Zakki Chrisni Octavia Jusup Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) 2026-08-31 2026-08-31 3 2 96 106 Gambaran Status Kebersihan Gigi dan Mulut (OHI-S) pada Pasien Kegiatan BKGN Sebagian Program Pengabdian Masyarakat di RSGMP Baiturrahmah Tahun 2025 https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/article/view/68 <div> <p style="font-weight: 400;">Penyakit periodontal merupakan masalah kesehatan mulut yang sering dijumpai dan berhubungan erat dengan buruknya kebersihan gigi maupun mulut. Penilaian kebersihan mulut dapat dilakukan menggunakan OHI-S (<em>Oral Hygiene Index-Simplified</em>), yang mencerminkan tingkat kebersihan mulut melalui pengukuran debris dan kalkulus. Studi ini mempunyai tujuan guna menggambarkanstatus kebersihan gigi serta mulut pasien yang dating ke Bagian Periodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Baiturrahmah selama pelaksanaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) tahun 2025. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif melalui rancangan <em>accidental sampling </em>melibatkan 181 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode Greene dan Vermillion pada enam gigi indeks, kemudian hasil dikategorikan buruk, sedang, dan baik. Temuan ini memperlihatkan bahwasanya sebagian besar pasien memiliki status kebersihan gigi maupun mulut yang berkategori sedang berjumlah 103 orang (58,5%), berkategori baik 49 orang (27,8%), serta berkategori buruk 24 orang (13,7%). Hasil tersebut menandakan bahwasanyatingkat kebersihan gigi serta mulut masyarakat masih perlu ditingkatkan. Walaupun sebagian pasien telah menjaga kebersihan gigi dengan cukup baik, masih terdapat banyak individu dengan kebersihan sedang hingga buruk yang berpotensi mengalami penyakit periodontal. Diperlukan upaya edukasi dan promosi kesehatan gigi secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan gigi serta mulut.</p> </div> Netta Anggraini Citra Lestari Hamdy Lisfrizal Syakira Awlia Syah Yessa Afri Diana Fitri Wahdini Amanda Ayu Siagian Dicky Firdaus Maysaroh Maysaroh Refika Ananta Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) 2026-08-31 2026-08-31 3 2 107 116 Prestasi Akademik Siswa SDIT Nur Hidayah Berkaitan dengan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut yang Baik https://jurnal.fokgii.com/index.php/jpmkg/article/view/108 <div><span lang="EN-US">Kesehatan mulut yang buruk dapat menyebabkan rasa sakit, yang mengganggu kenyamanan, konsentrasi, kehadiran di sekolah, dan proses belajar anak-anak. Proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menjaga kesehatan mulut sekaligus mendukung kemajuan akademik mereka melalui pendekatan berbasis sekolah. Proyek ini dilaksanakan bersama 24 siswa Kelas 1A SDIT Nur Hidayah Surakarta, dengan menggunakan metodologi kuantitatif, deskriptif, dan partisipatif. Kegiatan yang dilakukan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, melakukan observasi awal, melakukan pemeriksaan sederhana menggunakan indeks DMF-T dan def-t, memberikan edukasi interaktif, mendemonstrasikan teknik menyikat gigi, mempraktikkan menyikat gigi secara berkelompok, serta memantau perkembangan melalui buku catatan yang melibatkan guru dan orang tua. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tujuh siswa (29,1%) memiliki kesehatan gigi yang baik, enam siswa (25%) berada dalam kategori sedang, dan 11 siswa (45,7%) berada dalam kategori buruk. Berdasarkan penilaian rapor semester pertama, 15 siswa (62,5%) berprestasi baik secara akademis, sedangkan sembilan siswa (37,5%) memperoleh nilai sedang. Sebuah analisis chi-square menemukan hubungan yang kuat antara kesehatan gigi siswa dan prestasi akademik (p=0,000). Upaya ini menunjukkan bahwa pengajaran interaktif, demonstrasi, praktik langsung, dan pemantauan berkelanjutan merupakan cara-cara sederhana untuk meningkatkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut. Agar dapat berkelanjutan, program ini sebaiknya dilaksanakan melalui kerja sama dengan sekolah, keluarga, dan penyedia layanan kesehatan. Hal ini mencakup pengawasan saat menyikat gigi, sesi edukasi berkala, pemeriksaan rutin, serta perawatan gigi lanjutan.</span></div> Noor Hafida Widyastuti Rini Puspita Sari Dwita Rihhadatul Aisy Annisa Melati Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) 2026-08-31 2026-08-31 3 2 117 125